Senin, 17 September 2012

kasus2 komplikasi&kegawatdaruratan intrapartum-postpartum (part1)


BAB II
PEMBAHASAN

A.      Komplikasi intrapartal
1.    Persalinan prematur
Adalah persalinan yang terjadi setiap saat setelah usia gestasi mencapai 20 minggu atau menjelang akhir minggu ke-37 (Varney, dkk.2002).
a.         Tanda dan gejala:
1)   Nyeri menstruasi (seperti kram) yang sulit dibedakan dengan nyeri sekitar ligamen.
2)   Nyeri di punggung (berbeda dengan nyeri punggung yang biasa dialami oleh wanita hamil.
3)   Nyeri pada suprapubik atau tekanan (sulit dibedakan dengan UTI).
4)   Rasa berat dan tekanan pada panggul.
5)   Perubahan karakter atau jumlah rabas dari vagina (kental, encer, mengandung air, bercampur darah, kecoklatan, pucat).
6)   Diare.
7)   Kontraksi uterus yang tidak dapat dipalpasi (dengan atau tanpa nyeri) terasa setiap 10 meit atau lebih sering, selama 1 jam atau lebih, tidak sembuh dengan berbaring.
8)   Ketuban pecah dini

b.      Penanganan Umum  ( Saifuddin et.al., 2002 : 302 ):
1)   Lakukan evaluasi cepat keadaan ibu.
2)   Upayakan melakukan konfirmasi umur kehamilan bayi.
3)   Prinsip Penanganan:
a)   Coba hentikan kontraksi uterus atau penundaan kehamilan atau.
b)   Persalinan berjalan terus dan siapkan penanganan selanjutnya.
c.       Kelahiran Prematur ( Oxorn, 2003 : 588 ):
1)   Kelahiran harus dilaksanakan secara hati-hati dan perlahan-lahan untuk menghindari fleksi dan defleksi kepala secara cepat.
2)   Oksigen diberikan lewat masker kepada ibu selama kelahiran.
3)   Ketuban tidak boleh dipecahkan secara artifisial. Kantong ketuban berguna sebagai bantal bagi tengkorak prematur yang lunak dengan sutura-suturanya yang masih terpisah lebar.
4)   Episiotomi mengurangi tekanan pada cranium bayi.
5)   Seorang ahli neonatus harus hadir pada saat kelahiran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar