BAB II
PEMBAHASAN
A. Komplikasi
intrapartal
1.
Persalinan prematur
Adalah
persalinan yang terjadi setiap saat setelah usia gestasi mencapai 20 minggu
atau menjelang akhir minggu ke-37 (Varney, dkk.2002).
a.
Tanda dan gejala:
1) Nyeri
menstruasi (seperti kram) yang sulit dibedakan dengan nyeri sekitar ligamen.
2) Nyeri
di punggung (berbeda dengan nyeri punggung yang biasa dialami oleh wanita
hamil.
3) Nyeri
pada suprapubik atau tekanan (sulit dibedakan dengan UTI).
4) Rasa
berat dan tekanan pada panggul.
5) Perubahan
karakter atau jumlah rabas dari vagina (kental, encer, mengandung air,
bercampur darah, kecoklatan, pucat).
6) Diare.
7) Kontraksi
uterus yang tidak dapat dipalpasi (dengan atau tanpa nyeri) terasa setiap 10
meit atau lebih sering, selama 1 jam atau lebih, tidak sembuh dengan berbaring.
8) Ketuban
pecah dini
b.
Penanganan Umum
( Saifuddin et.al., 2002 : 302 ):
1)
Lakukan evaluasi cepat keadaan ibu.
2)
Upayakan melakukan konfirmasi umur kehamilan bayi.
3)
Prinsip Penanganan:
a)
Coba hentikan kontraksi uterus atau penundaan
kehamilan atau.
b)
Persalinan berjalan terus dan siapkan penanganan
selanjutnya.
c.
Kelahiran Prematur ( Oxorn,
2003 : 588 ):
1)
Kelahiran harus dilaksanakan secara hati-hati dan
perlahan-lahan untuk menghindari fleksi dan defleksi kepala secara cepat.
2)
Oksigen diberikan lewat masker kepada ibu selama
kelahiran.
3)
Ketuban tidak boleh dipecahkan secara artifisial. Kantong
ketuban berguna sebagai bantal bagi tengkorak prematur yang lunak dengan
sutura-suturanya yang masih terpisah lebar.
4)
Episiotomi mengurangi tekanan pada cranium bayi.
5)
Seorang ahli neonatus harus hadir pada saat kelahiran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar