| -Yen Yen Yip- | ||
|
The safety of calcium supplements has come under further scrutiny as
recent reports suggest they may be linked with higher risks of
myocardial infarction (MI) and kidney stones. “Calcium supplements have been widely embraced by doctors and the public on the grounds that they are a natural and therefore safe way of preventing osteoporotic fractures,” wrote Professor Ian Reid and Dr. Mark Bolland from the Faculty of Medical and Health Sciences, University of Auckland, Auckland, New Zealand, in an editorial in a recent issue of Heart journal. [Heart 2012;98:895-896] The editorial accompanied a study linking calcium supplements to an increased risk of heart attacks. [Heart 2012;98:920-925] The European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition (EPIC) study, led by researchers based in Heidelberg, Germany, assessed calcium intake through the diet and supplements of close to 24,000 subjects for about 11 years. The results showed that subjects who took calcium supplements regularly were 86 percent more likely to have a heart attack than those who did not take any supplements. “Calcium supplements, which might raise MI risk, should be taken with caution,” concluded lead author Dr. Kuanrong Li from the Division of Cancer Epidemiology, German Cancer Research Center, Heidelberg, Germany, and colleagues. The study also evaluated subjects whose calcium intake came from dietary sources. Those who took a moderate amount of calcium through their diet (820 mg per day), instead of supplementation, were about 30 percent less likely to suffer a heart attack compared with those who took less dietary calcium (513 mg per day). Interestingly, those who included more than 1,100 mg of calcium in their daily diet did not observe a lowered risk of heart attack. In contrast to past research, the EPIC study did not show an association between higher calcium intake and reduced CV and stroke risk, or overall CV mortality. The safety of calcium supplements has come into question, said Reid and Bolland. “It is now becoming clear that taking this micronutrient in one or two daily [doses] is not natural, in that it does not reproduce the same metabolic effects as calcium in food. “We should return to seeing calcium as an important component of a balanced diet, and not as a low cost panacea to the universal problem of postmenopausal bone loss.” In a separate study, high doses of calcium and vitamin D supplements were shown to cause higher rates of hypercalciuria and hypercalcemia in 163 postmenopausal women with vitamin D insufficiency. The study, presented at the 2012 Annual Meeting of The Endocrine Society in Houston, US, randomized the women to vitamin D doses ranging from 400 IU to 4,800 IU per day, and calcium from 1,200 mg to 1,400 mg daily, over a year. Blood and urinary calcium levels were measured at baseline and every 3 months during the year-long study period. The investigators found that about one in three subjects (33 percent) experienced hypercalciuria, defined as urinary calcium levels greater than 300 mg in a 24-hour urine calcium test. Hypercalcemia was also identified in about one in 10 subjects (10 percent). Given that both events are known to contribute to the risk of kidney stones, lead study investigator Professor Christopher Gallagher, director of the Bone Metabolism Unit at Creighton University Medical Center, Nebraska, US, has suggested that clinicians should monitor the blood and urine calcium levels of patients who take calcium and vitamin D supplements on a long-term basis. |
||
Kamis, 20 September 2012
Calcium supplements linked to MI, kidney stones
Senin, 17 September 2012
kasus2 komplikasi&kegawatdaruratan intrapartum-postpartum (part-end)
1.
Partus presipitatus
Partus presipitatus adalah persalinan berlangsung sangat cepat. Penyebabnya
adalah abnormalitas tahanan yang rendah pada bagian jalan lahir, abnormalitas
kontraksi uterus dan rahim yang terlalu kuat. Akibat bagi ibu dapat menimbulkan
rupture uteri atau laserasi yang luas pada serviks, vagina, vulva atau
perineum. Akibat pada bayi , akan terjad mortalitas dan morbiditas perinatal
akibat partus presipatatus
a.
Tanda dan Gejala
Dapat mengalami ambang nyeri yang tidak biasanya atau tidak menyadari
kontraksi abdominal. Kemungkinan tidak ada kontraksi yang dapat diraba, bila
terjadi pada ibu yang obesitas. Ketidaknyamanan punggung bagian bawah (tidak
dikenali sebagai tanda kemajuan persalinan). Kontraksi uterus yang lama/hebat,
ketidak-adekuatan relaksasi uterus diantara kontraksi. Dorongan invalunter
lintula mengejan (Doenges, 2001).
kasus komplikasi&kegawatdaruratan intrapartum-postpartum (part3)
1.
Disproporsi Sefalopelvik (CPD)
Merupakan
disproporsi antara ukuran janin dengan ukuran panggul dimana bentuk panggul
tidak cukup lebar untuk mengakomodasi keluarnya anin pada kelahiran per vagina.
CPD dibuktikan dengn adanya disfungsional persalinan, fleksi kepala yang tidak
sempurna atau henti rotasi internal dan penurunn dan dapat dengan atau tanpa
disertai dan molding (Varney, dkk, 2002).
kasus2 komplikasi&kegawatdaruratan intrapartum-postpartum (part2)
1.
Amnionitis dan korioamnionitis
a.
Tanda gejala:
1) Demam
maternal
2) Takikardi
maternal
3) Takikardi
janin
4) Nyeri
tekan uterus
5) Peningkatan
suhu vagina (lebih hangat bila disentuh)
6) Cairan
amnion berbau busuk
kasus2 komplikasi&kegawatdaruratan intrapartum-postpartum (part1)
BAB II
PEMBAHASAN
A. Komplikasi
intrapartal
1.
Persalinan prematur
Adalah
persalinan yang terjadi setiap saat setelah usia gestasi mencapai 20 minggu
atau menjelang akhir minggu ke-37 (Varney, dkk.2002).
a.
Tanda dan gejala:
1) Nyeri
menstruasi (seperti kram) yang sulit dibedakan dengan nyeri sekitar ligamen.
2) Nyeri
di punggung (berbeda dengan nyeri punggung yang biasa dialami oleh wanita
hamil.
3) Nyeri
pada suprapubik atau tekanan (sulit dibedakan dengan UTI).
4) Rasa
berat dan tekanan pada panggul.
5) Perubahan
karakter atau jumlah rabas dari vagina (kental, encer, mengandung air,
bercampur darah, kecoklatan, pucat).
6) Diare.
7) Kontraksi
uterus yang tidak dapat dipalpasi (dengan atau tanpa nyeri) terasa setiap 10
meit atau lebih sering, selama 1 jam atau lebih, tidak sembuh dengan berbaring.
8) Ketuban
pecah dini
kasus2 komplikasi & kegawatdaruratan intrapartum-postpartum
BAB
I
PENDAHULUAN
Menurut International
Statistical Classification of Disease and Related Health Problems, Edition X
(ICD X), kematian maternal adalah “kematian wanita yang terjadi selama
kehamilan atau dalam 42 hari setelah berakhirnya kehamilan, tanpa melihat usia
dan lokasi kehamilan, oleh setiap penyebab yang berhubungan dengan atau
diperberat oleh kehamilan atau penanganannya tetapi bukan oleh kecelakaan atau
incidental (faktor kebetulan)” (WHO, 2007).
Kematian maternal
adalah kematian seorang wanita waktu hamil atau dalam 42 hari sesudah
berakhirnya kehamilan, oleh sebab apapun, terlepas dari tuanya kehamilan dan
tindakan yang dilakukan untuk mengakhiri kehamilan. Penyebab utama kematian
maternal dapat dibagi menjadi 3 (tiga) kelompok yaitu: (WHO, 2007).
Kamis, 06 September 2012
studi kelayakan usaha (kewirausahaan)
buat yang mau ngerjain tugas KWH...tugasnya adalah: lakukan studi kelayakan untuk usaha yang ingin anda buat!
ini contohnya,,,ada di link ini: http://paryonoklaten.files.wordpress.com/2012/06/analisis-studi-kelayakan-usaha.pdf
untuk bahannya (ppt seperti dikelas) nggak ada diblognya papiyon...dan setelah aku tanyakan, beliau bilang besok akan diposting ulang...terimakasih :D
tugas dikumpulkan hari selasa (hardcopy ya...tapi softcopynya tetep disiapin)
selamat mengerjakan tugas :)
ini contohnya,,,ada di link ini: http://paryonoklaten.files.wordpress.com/2012/06/analisis-studi-kelayakan-usaha.pdf
untuk bahannya (ppt seperti dikelas) nggak ada diblognya papiyon...dan setelah aku tanyakan, beliau bilang besok akan diposting ulang...terimakasih :D
tugas dikumpulkan hari selasa (hardcopy ya...tapi softcopynya tetep disiapin)
selamat mengerjakan tugas :)
Sabtu, 01 September 2012
Perkembangan herbal di Indonesia
Indonesia Focus @ Medical Tribune on August 2012 page 8
by Hardini Arivianti
Indonesia sebagai negara tropis merupakan negara dengan keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia setelah Brazil. Indonesia memiliki sekitar 25.000-30.000 spesies tanaman yang merupakan 80% dari jenis tanaman di dunia dan 90% dari jenis tanaman di Asia. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara terkaya di dunia dalam cadangan plasma nuftah tanaman obat.
Sekitar 940 spesies tanaman berpotensi menjadi tanaman obat dan baru sekitar 283 spesies yang sudah digunakan oleh industri obat tradisional. Kemajuan industri herbal ini didukung oleh pemerintah melalui berbagai implementasi berbagai pelayanan kesehatan formal obat tradisional dan 40 rumah sakit di seluruh Indonesia sudah mulai memberikan layanan kesehatan obat tradisional.
Ethical clinical decisions must consider both mother and fetus
nih,,ada latest news dari medical tribune..so,check this out gals... | ||
| -Radha Chitale- | ||
| The rights of both mother and fetus must be considered when managing pregnancy because unilateral clinical decisions breach clinical ethical standards, said Dr. Frank Chervenak, Weill Cornell Medical College, New York, New York, US. Perinatal ethics span a wide variety of situations, including abortion, stem cell research, mental health and pregnancy, and caesarean delivery. Clinicians’ professional responsibility to the mother and fetus can seem conflicted, requiring unacceptable compromises. However, considering the rights of only the mother or the fetus (at all gestational ages) is simplistic and, Chervenak said, will result in conceptual and clinical failure. |
LET'S START YOUR KTI
hi...this is my new blog :D
blog baru ini buat posting2 all about midwifery-education...
buat postingan pertama ini, saya mau nulis tentang persiapan KTI..
Hm,,skrg
kan anak2 D3 bidan tingkat 3 sedang sibuk persiapan wisuda, sedangkan
anak2 D3 tingkat 2 pastinya sibuk PKL,ngrekap askeb (klo yang masih
belum terpenuhi ya ngejar target askeb),, dan yang nggak kalah penting
adalah sibuk merancang dan mengawang-awang tentang KTI... Ada yang
langsung capcus cz udah nemu judul, tapi banyak juga yang bingung mau
neliti apa. pertanyaan2 yg sering dilontarin ttg KTI tuh biasanya gini::
topik2 di luar sana emang banyak sih,tapi topik apa sih yg gampang?
topik apa sih yang disukai pembimbing? ato ada jg yg sibuk bertanya pd
rumput yang bergoyang "kok pembimbingku milihin topik itu sih?aq kan g
suka,,susah pula searchingnya?!" huh,,emang ngeselin sih klo udah ky
gitu,,tp mo gimana lagi,,,motto hidup mahasiswa (mahasiswa nyeleneh
sih.hehehe) adalah: pasal 1=dosen tidak pernah salah,,,pasal 2=jika
dosen salah dan mahasiswa benar, kembali ke pasal 1 :p (just for fun
aja..)
Langganan:
Komentar (Atom)