1.
Disproporsi Sefalopelvik (CPD)
Merupakan
disproporsi antara ukuran janin dengan ukuran panggul dimana bentuk panggul
tidak cukup lebar untuk mengakomodasi keluarnya anin pada kelahiran per vagina.
CPD dibuktikan dengn adanya disfungsional persalinan, fleksi kepala yang tidak
sempurna atau henti rotasi internal dan penurunn dan dapat dengan atau tanpa
disertai dan molding (Varney, dkk, 2002).
a. Indikasi:
1) Besar
janin berlebihan
2) Tipe
tubuh wanita secara umum: bahu lebih lebar dari pinggul, bertubuh pendek,
tangan dan kaki lebar, pendek
3) Riwayat
fraktur pada panggul
4) Deformitas
spinal, misalnya skoliosi, lordosis dan kifosis
5) Pincang
unilateral atau bilateral
6) Deformitas
ortopedik misal penyakit kekurangan vitamin D
7) Malpresentasi
b. Seluruh
wanita dengan henti persalinan harus dievaluasi adanya CPD:
1) Palpasi
abdomen untuk mengetahui letak, presentasi, posisi, fleksi, engagement, TBJ
2) Kaji
kontraksi uterus dalam hal frekuensi, durasi, intensitas, da perubahan setelah
persalinan awal; disfungsional persalinan biasanya tampak pada CPD
3) Pemeriksaan
panggul untuk menentukan posisi bagian presentasi, engagement, derajat fleksi,
formsi kaput, molding, perkembangan dilatasi, penurunan
4) Pelvimetri
klinis
c. Manajemen
Manajemen pada CPD yang masih diduga adalah sebagai
berikut:
1) Perubahan
posisi maternal
2) Pecahkan
ketuban
3) Istirahat
dan hidrasi ibu
4) Lakukan
rotasi manual terhadap kepala janin untuk mengubah posisi kepala
2.
Kelelahan maternal (Distres maternal:
ketoasidosis)
a. Tanda
dan gejala
1) Riwayat
a) Kelelahan,
apatis dan ansietas
b) Persalinan
yang lama
c) Dehidrasi
(bibir dan mulut kering, kerongkongan panas dan kering)
2) Fisik
a) Ibu
lemah
b) Denyut
nadi meningkat
c) Suhu
meningkat
d) Pucat
e) Muntah
3) Nilai
laboratorium
a) Konsentrasi
urin
4) Manajemen:
a) Pencegahan
adalah cara yang terbaik
b) Koreksi
ketidakseimbangan cairan/elektrolit
c) Konsultasi
sehubungan dengan panjang abnormal fase persalinan
3.
Persalinan lama
Partus
lama atau partus macet menyebabkan kurang lebih 8% kematian maternal. Keadaan
ini sering merupakan akibat dari disproporsi sefalopelvik (bila kepala janin
tidak dapat melewati pelvis ibu) atau akibat
letak
abnormal (bila janin tidak dalam posisi yang benar untuk dapat melalui jalan
lahir ibu).
Masalah:
fase laten lebih dari 8 jam, persalinan telah berlangsung 12 jam atau lebih
bayi belum lahir, dilatasi servik di kanan garis waspada pada persalinan fase
aktif.
a. Persalinan
lama dapat disebabkan oleh:
1) His
tidak efisien
2) Faktor
janin (malpresentasi, malposisi, janin besar)
3) Faktor
jalan lahir (panggul sempit, kelainan servik, tumor)
Faktor-faktor ini sering saling
berhubungan (YBP-SP, 2007)
b. Tanda
dan gejala klinis
Tanda
dan gejala klinis
|
Diagnosis
|
Pembukaan
servik tidak melewati 3 cm sesudah 8 jam in partu
|
Prolonged
latent phase
|
Pembukaan
servik melewati garis waspada partograf:
§ Frekuensi
dan lamanya kontraksi kurang dari 3 kontraksi per 10 menit dan kurng dari 40
detik
§ Secondary
arrest of dilatation
§ Secondary
arrest of dilatation dan bagian terendah degan kaput, terdapat moulase, edema
servik, tanda ruptura uteri iminen, fetal dan maternal distress
§ Kelainan
presentasi
|
§ Inersia
uteri
§ CPD
§ Obstruksi
§ Malpresentasi
|
Pembukaan
servik lengkap, ibu ingin mengedan, tetapi tidak ada kemajuan penurunan
|
Kala
II lama
|
c. Penanganan:
1) Fase
aktif memanjang
a) Berikan
penanganan umum yang kemungkinan akan memperbaiki kontraksi dan mempercepat kemajuan
persalinan
b) Pecahkan
ketuban
Bila kontraksi uterus adekuat,
pertimbangkan adanya kemungkinan CPD, obstruksi, malposisi, atau malpresentasi
2) Obstruksi
a) Bayi
hidup dilahirkan dengan SC
b) Bila
mati lahirkan dengan kraniotomi
3) Inersia
uteri
a) Lakukan
induksi dengan oksitosin 5 unit dalam 500 cc dekstrosa (atau NaCl) atau
prostaglandin
b) Evaluasi
ulang dengan VT setiap 4 jam:
i.
Bila garis tindakan dilewati lakukan SC
ii.
Bila ada kemajuan evaluasi setiap 2 jam
4) Kala
II memanjang
a) Berikan
oksitosin drip.
b) Bila
pemberian oksitosin drip tidak ada kemajuan dalam 1 jam, lahirkan dengan
bantuan vakum atau forseps bila persyaratan dipenuhi.
c) Lahirkan
dengan SC bila persyaratan vakum dan forseps tidak dipenuhi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar